WHAT'S NEW?
Loading...
Showing posts with label Tehnologi. Show all posts
Showing posts with label Tehnologi. Show all posts

Palestina: Sejarah, Konflik, dan Perang dengan Israel


Pendahuluan:

Palestina, sebuah wilayah yang kaya akan sejarah dan warisan budaya, telah menjadi pusat perhatian dunia karena konflik berkepanjangan dengan Israel. Sejarahnya yang kompleks mencakup zaman kuno, perebutan kekuasaan oleh berbagai kekaisaran, dan konflik modern yang melibatkan klaim atas tanah, sumber daya, dan hak asasi manusia. Artikel ini akan mengulas sejarah Palestina hingga mencapai puncaknya dalam perang dengan Israel.


Zaman Kuno dan Kekaisaran Romawi:

Wilayah Palestina memiliki sejarah panjang yang melibatkan peradaban kuno seperti Mesir, Asyur, dan Babilonia. Pada abad ke-1 SM, Kekaisaran Romawi menaklukkan Palestina, mengubahnya menjadi provinsi Romawi.


Zaman Kekaisaran Islam dan Kesultanan Utsmaniyah:

Pada abad ke-7, Palestina jatuh ke tangan Kekhalifahan Islam di bawah kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab. Kemudian, pada abad ke-16, wilayah ini menjadi bagian dari Kesultanan Utsmaniyah setelah kekalahan Kesultanan Mamluk.


Mandat Britania dan Pembagian Palestina:

Setelah Perang Dunia I, Liga Bangsa-Bangsa memberikan Mandat Palestina kepada Britania pada tahun 1920. Pada tahun 1947, PBB mengusulkan pembagian Palestina menjadi dua negara, satu bagi Yahudi dan satu bagi Arab.


Perang Kemerdekaan Israel (1948):

Pada tanggal 14 Mei 1948, David Ben-Gurion mengumumkan pembentukan Negara Israel. Sehari setelahnya, negara-negara Arab menyerang Israel, memulai Perang Arab-Israel. Perang berakhir pada tahun 1949 dengan perjanjian gencatan senjata dan pembentukan perbatasan yang diakui.


Perang Enam Hari (1967) dan Pendudukan:

Pada tahun 1967, Israel mengambil alih Tepi Barat, Jalur Gaza, Yerusalem Timur, Semenanjung Sinai, dan Dataran Tinggi Golan selama Perang Enam Hari melawan negara-negara Arab. Pendudukan Israel atas Tepi Barat dan Jalur Gaza dimulai, menciptakan situasi yang penuh ketegangan.


Perjanjian Oslo dan Otonomi Palestina:

Pada tahun 1993, Perjanjian Oslo ditandatangani antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), membuka jalan bagi otonomi Palestina di beberapa wilayah. Meskipun ada kemajuan, perselisihan dan kekerasan terus berlanjut.


Konflik Kontemporer:

Israel membangun permukiman di Tepi Barat, yang dianggap ilegal oleh banyak pihak. Konflik antara Israel dan Palestina melibatkan serangkaian perang, serangan teroris, dan upaya-upaya perdamaian yang belum berhasil. Status Yerusalem dan hak pengungsi Palestina menjadi isu-isu yang sulit diselesaikan.


Pemikiran Akhir:

Sejarah Palestina mencerminkan kompleksitas konflik di Timur Tengah, dengan akar masalah yang melibatkan hak tanah, identitas nasional, dan agama. Mungkin diperlukan solusi yang adil dan komprehensif untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan di wilayah ini. Hanya melalui dialog, pengakuan gegar budaya dan hak asasi manusia, masyarakat internasional dapat membantu merintis jalan menuju masa depan yang damai bagi Palestina dan Israel.






masih ingatkah anda dengan wayan atau yang disebut ironman asal bali tersebut? ya.. dia adalah pencipta alat bantu untuk lengannya yang lumpuh, kondisi lengan yang lumpuh sebelah tak membuat wayan sumardana alias tawan putus asa untuk berusaha, tawan yang berkerja sebagai tukang las sempat menderita struk ringan hingga tangan kirinya tak lagi berfungsi. berbekal dari hasil internet dan berbekal ilmu elektro yang didapatnya sewaktu STM, tawan akhirnya menciptakan alat bantu yang dibuatnya selama 6 bulan yang lalu hebatnya lagi tangan bantu wayan ini hasil dari barang-barang bekas loh.. keren kan.


berbeda dengan lengan yang satu ini gan, bagaimana Lengan robot bagi pasien yang diamputasi bukan lagi fiksi ilmiah tetapi benar-benar telah diciptakan oleh ilmuwan A.S. Anggota tubuh palsu yang dikontrol pikiran telah dikembangkan oleh grup riset di Laboratorium Fisika Terpakai (APL) Universitas Johns Hopkins di Laurel, Maryland Leslie Baug, yang kehilangan dua lengan dalam kecelakaan listrik 40 tahun silam, menjadi pasien pertama. Untuk menggerakan lengan, ia hanya perlu berpikir. Lengan yang dikontrol oleh saraf dirancang untuk mengganti anggota tubuh dengan kebebasan yang hampir sempurna, kata periset itu di situs web. [Albert Chi, Dokter Bedan Johns Hopkins]:  “Susunan yang canggih, deretan elektroda yang sangat padat yang kami pasangkan di otot-otot dada. Itu hampir seperti informasi sinyal pendek aktivitas otot yang rumit, dan kami ambil informasi ini, diterjemahkan ke gerakan sebenarnya dalam anggota tubuh palsu itu.” Untuk memakai lengan robot, Baugh harus menjalani operasi di R.S Johns Hopkins, yang dikenal sebagai penataan ulang syaraf otot. Tim riset itu memuji keberhasilan dan kemampuan adaptasinya pada sistem robot itu. Para ilmuwan yakin ini adalah permulaan. Situs web mengatakan bahwa dalam waktu lima hingga 10 tahun akan ada perkembangan yang signifikan. [Courtney Moran, Ahli Organ Palsu]: “Ini bukan hanya prestasi, tetapi juga membuka garis depan dalam menyadari masih banyak yang harus dipelajari.”Riset yang dinamai “Program Prostetik yang Revolusioner” itu telah berjalan selama hampir satu dekade. Riset ini didanai oleh Defence Advanced Researched Projects Agency atau DARPA.




Beberapa hari yg lalu saya tertarik dengan flashdisk dgn ukuran 64 GB (dengan harga kisaran sebanding harga flashdisk ukuran 4 GB!)... Meski saya duga FAKESIZE, tapi tetep penasaran, saya beli juga satu....
...Kemudian saya test di pc......- ukurannya sekitar 62 GB... wow!- saya format ulang... berhasil, ukurannya tetap sekitar 62 GB... wow!- saya coba pake copy random file, ukuran besar dan kecil.. copy sukses... wow!- saya compare "byte per byte" (pake sofware file sincronizer)... mulai terlihat isi file TIDAK SAMA!.. ooo oouuu ... ini bahaya nih, saat file copy, tak ada LAPORAN GAGAL COPY!- saya coba paksa sincronize, hasilnya SUKSES!... tapi saya compare lagi byte per byte, tetap isi filenya TIDAK SAMA...- akhirnya saya coba "LOW LEVEL FORMAT"... hasilnya.. SUKSES! (nah lohhhh!).. ukurannya tetap sekitar 62 GB...- saya coba copy random file, cek ulang copy random file lagi, tetap copy sukses!.. compare byte per byte, isi file TIDAK SAMA!..- saya coba test pake software "H2TestW"... oo.. ooou...ini hasilnya
:
832.0 MByte OK (1704064 sectors)
61.6 GByte DATA LOST (129333120 sectors)
Details:61.6 GByte overwritten (129333120 sectors)
0 KByte slightly changed (< 8 bit/sector, 0 sectors)
0 KByte corrupted (0 sectors)
149.9 MByte aliased memory (307080 sectors)
First error at offset: 0x000000003400d200
Expected: 0x000000003400d200
Found: 0x0000000f9c3d0000
H2testw version 1.3
Writing speed: 3.10 MByte/s
Reading speed: 959 KByte/s
H2testw v1.4"
...
ini sudah KETERLALUAN!....
...
ternyata ukuran sebenarnya hanya 832 MB saja (kurang dari 1GB)... meski dicek secara software umum, di format ulang (bahkan dengan software KHUSUS Low level format sekalipun), tetap ukurannya sekitar 62 GB!
ini hanya mungkin terjadi jika ada MANIPULASI ditingkat FIRMWAREnya...(dari pihak pembuat chipnya... firmware itu tak mudah diubah, dan cara mengubahnya diketahui oleh pembuatnya sendiri!)
...
apakah aman jika kita pake untuk menyimpan file sebatas 800 MB saja?
TETAP TIDAK AMAN!... karena OS akan mengira ada ruang yg besarrrr, jadi bisa sementara saving di ruang kosong tersebut, padahal alamatnya DIBELOKKAN ke ruang 800 MB yg ada, bisa terjadi overwrite, tanpa LAPORAN ERROR!.. tahu tahu banyak file yg akan rusak! tanpa bisa diperbaiki lagi... jadi ini TETAP BAHAYA!
...
untuk mengatasinya saya sarankan mempartisi ulang dgn ukuran 800 MB saja sesuai memory fisiknya yg ada (real)... sisanya biarkan tak perlu dipartisi, toh kenyataan alamat fisik cell memorynya NGGAK ADA!... kemudian format lagi...
nah baru aman flaskdisk itu dipakai, tentu saja dengan ukuran maks 800 MB saja...
...
BE AWARE, dagang produk kayak gini, benar benar MENIPU masyarakat! dan BISA MERUSAK DATA YG SUDAH DISIMPAN SEBELUMNYA!
...
silahkan di share, karena ini INDONESIA dimana lembaga perlidungan konsumennya masih lemah, saya duga akan banyak konsumen yg kena masalah, kehilangan filenya yg berharga (karena overwrite dgn daftar alamat cell yg fake tersebut)... INI SEBENARNYA SUDAH TIDAK ETIS, pengetahuan memanipulasi daftar alamat cell secara firmware (tentu oleh orang pintar, eh nggak pintar pintar amat sih!), karena tidak bisa melihat dampaknya bisa membahayakan!...
Bagi yg perlu software, yg saya pakai dalam mendeteksi di status ini, silahkan diunduh disini (windows 32bit based)

"The media is likely to be defective.



Note:



atau bisa googling sendiri deh, ini dropbox lama banget uploadnya..
sedang untuk file sinkronisasi (byte per byte) dan untuk partisi bisa pake program apa saja deh yg serupa...


Kumpulan Berita Unik

Untuk pertama kalinya, sebuah tim astronom berhasil membuat pengamatan dari supernova yang sudah diramalkan.
Ledakan kosmik besar, yang dijuluki Refsdal, diyakini telah terjadi sekitar 10 miliar tahun lalu, dan memberi pertanda bagi sebuah fenomena astronomi langka yang dikenal sebagai Einstein Cross.
Refsdal, menurut informasi dari Hubble Space Telescope, yang dikutip dari Gizmag, awalnya ditemukan pada November 2014, dengan bantuan efek lensa gravitasi kuat yang dibuat oleh klaster galaksi MACS J1149.5 + 2.223.
Anehnya, para ilmuwan malah mengamati empat gambar dari supernova tersebut, bukannya satu, lantaran Cross Einstein yang jarang terjadi.
Karena materi gelap (dark matter) dan materi terlihat (visible matter) tidak terdistribusi secara merata di seluruh struktur besar, seperti MACS J1149.5 + 2.223, cahaya dari supernova yang membentuk empat gambar yang diamati oleh Hubble Space Telescope, menyebar dengan rute berbeda-beda.
Seperti yang dikutip dari liputan6.com, Jalur yang diambil oleh satu cahaya akan lebih panjang atau lebih pendek daripada cahaya lainnya, tergantung pada kekuatan efek gravitasi lensa pada jalurnya. Artinya, contoh supernova tersebut menjadi terlihat untuk observatorium yang berbasis di bumi pada waktu berbeda.
Kekhasan kosmik ini telah memberikan para astronom kesempatan langka untuk memvalidasi pemahaman mereka mengenai distribusi massa pada struktur besar seperti MACS J1149.5 + 2.223.
Dengan menggunakan sejumlah model komputer canggih berdasarkan pemahaman terbaik mengenai distribusi materi, para astronom memperkirakan bahwa deteksi pertama Refsdal akan terjadi sebelum akhir 2015.
“Kami menggunakan tujuh model yang berbeda dari klaster untuk menghitung kapan dan di mana supernova itu akan muncul di masa depan. Ini adalah upaya besar dari masyarakat untuk mengumpulkan masukan data yang diperlukan dengan menggunakan Hubble, VLT-MUSE, dan Keck untuk membangun model lensa,” kata Tommaso Treu, penulis utama makalah pemodelan perbandingan, dari University of California, Los Angeles.
Kumpulan Berita Unik

Hampir semua ilmuwan sepakat, laju perubahan iklim global yang ekstrem akhir-akhir ini adalah akibat ulah manusia yang tak pernah mengenal kata puas.
Baru-baru ini, pemimpin dunia berkumpul di Paris, Prancis untuk membahas soal perubahan iklim. Banyak negara ramai-ramai mengalokasikan dana untuk tujuan yang sama.
Misalnya, akhir September lalu, pemerintah Inggris berjanji mengucurkan dana sebesar 5,8 miliar poundsterling atau sekitar Rp 169 triliun rupiah untuk menangkal persoalan perubahan iklim ini, seperti dikutip dari Independent.
Namun semua itu tak cukup untuk menghentikan kerusakan di satu-satunya planet — di alam semesta — yang jadi rumah bagi manusia. Yang dibutuhkan dunia kita adalah aksi nyata.
Sebab, jika Bumi rusak dan hancur, lantas manusia pindah ke mana?
Seperti yang dikutip dari liputan6.com, Disadari atau tidak, dampak perubahan iklim sudah terasa lewat suhu yang kian menghangat secara perlahan. Pun dengan pola iklim yang bergeser dan kian tak pasti — hujan di musim kemarau, dan musim penghujan yang kering kerontang. Salju bahkan turun di gurun, gelombang panas pun ‘memanggang’ Bumi.
Gletser yang mencair, kenaikan permukaan air laut, suhu air laut yang meningkat, serta peristiwa-peristiwa cuaca ekstrem seperti angin topan, kekeringan, kebakaran hutan dan banjir adalah sebagian contoh dampaknya.
Ancaman pola kehidupan manusia yang tak lagi ajeg, krisis kemanusiaan, kultur yang tercerabut, jutaan spesies yang terancam punah terpampang di depan mata. Sejumlah ilmuwan yakin, jika upaya penyelamatan Bumi tak segera dilakukan, jam menuju ‘kiamat’ terus berdetak. Makin cepat dan cepat…
Berikut bukti perubahan iklim telah mengubah Bumi, yang mungkin tak kita sadari, sudah berusia sepuh, 4,54 miliar tahun:

Taman Nasional Pegunungan Rocky
Dahulu: Pohon pinus tumbuh subur di area seluas jutaan hektar di barat daya Amerika Serikat dan barat Kanada tersebut.
Sekarang: Deretan pohon pinus yang sudah mati akibat serangan kumbang pinus pegunungan. Dulu populasi serangga tersebut jumlahnya terbatas akibat temperatur yang dingin membeku.
Sekarang, suhu musim dingin yang lebih hangat membuat kumbang mampu bertahan hidup dan berkembang biak, sehingga berakibat kehancuran bagi hutan pinus tersebut.

Great Barrier Reef

(Kiri) Great Barrier Reef dahulu, (kanan) Great Barrier Reef sekarang.
Dahulu: Kumpulan terumbu karang di Australia ini dianggap sebagai salah satu wilayah dengan keragaman biologis terbesar di dunia yang meliputi wilayah seluas 350 ribu kilometer persegi. Pengasaman air laut serta peningkatan temperatur akibat perubahan iklim menjadi ancaman terbesar terumbu karang ini.
Sekarang: Suhu air yang lebih hangat memicu pemutihan karang (coral bleaching), fenomena saat karang berubah warna menjadi putih dan menjadi rentan mati. Karang sangat vital dalam mendukung kehidupan bawah laut.

Sungai Danube

(Kiri) Sungai Danube dahulu, (Kanan) Sungai Danube sekarang.
Dahulu: Sungai terpanjang kedua di Eropa ini mengalir dari hulu di Jerman ke arah timur menuju Laut Hitam di Rumania. Cekungan Sungai Danube ini penting dalam menunjang sektor industri, tranportasi, pertanian dan perikanan.
Sekarang: Antara tahun 2011 dan 2012, kekeringan panjang berakibat pada level air terendah dalam catatan di sepanjang Danube, yang melumpuhkan sebagian jalur transportasi air yang biasanya padat tersebut.

Pegunungan Alpen

Dahulu: Matterhorn, salah satu puncak tertinggi Eropa di Alpen, yang berlokasi di antara Italia dan Swis, diselimuti salju dan es seperti yang terlihat pada gambar yang diambil tanggal 16 Agustus 1960 tersebut.
Sekarang: Puncak Swiss, yang diabadikan tanggal 18 Agustus 2005, mengikis sebagai akibat mencairnya air gletser dari puncaknya. Air mengalir ke celah-celah dan selanjutnya membentuk rekahan yang lebih besar lagi setelah beberapa kali siklus pembekuan dan pencairan.

Gletser Muir di Alaska

(Kiri) Gletser Muir dahulu, (Kanan) Gletser Muit sekarang. (USGS)
Dahulu: Pada foto gletser yang diambil pada akhir abad ke-19 ini, terlihat banyak sekali gunung es di latar belakang.
Sekarang: Pada 2005, Gletser Muir sudah mundur menjauh lebih dari 49 kilometer. Walau foto ini diambil di lokasi yang sama dengan foto di sebelahnya, gletsernya tak terlihat lagi. Ada vegetasi yang berlimpah terlihat di sebelah barat, dan pantai di sebelah depan tertutupi oleh kerikil yang berasal dari sedimen yang diendapkan oleh Gletser Muir serta lelehan gunung es di tanah.

Danau Chad

(Kiri) Danau Chad dahulu, (Kanan) Danau Chad sekarang.
Dahulu: Danau Chad di Afrika ini dulunya adalah danau terbesar keenam di dunia, seperti ditunjukkan pada gambar yang diambil tahun 1930 ini. Danau ini menjadi sumber air bagi setidaknya 20 juta orang di Nigeria, Chad, Kamerun, dan Niger.
Sekarang: Danau Chad telah kehilangan 80% luas permukaannya sejak tahun 60-an sebagai akibat dari irigasi, pembendungan sungai dan pemanasan global.

Kepulauan San Blas

(Kiri) Kepulauan San Blas dahulu, (Kanan) Kepulauan San Blas sekarang.
Dahulu: Kepulauan di Panama ini adalah tempat tinggal orang-orang Guna yang hidup secara tradisional di rumah beratapkan jerami.
Sekarang: Selama beberapa hari setiap musim hujan, pulau di Karibia ini terendam air sebagai akibat meningkatnya permukaan air laut akibat pemanasan global.

Terumbu Karang di Dibba

Koral di Dibba, Uni Emirat Arab.
Dahulu: Terumbu karang yang berlokasi di pantai barat sebelah utara Uni Emirat Arab ini terlihat sehat dan dikerumuni ikan, seperti terlihat pada foto yang diambil tahun 2004 tersebut.
Sekarang: Terumbu karang ini musnah tahun 2008 akibat serangan alga yang umum dikenal sebagai red tide, yang penyebabnya kemungkinan berhubungan dengan meningkatnya temperatur air laut dan jumlah gas rumah kaca. Red tide ini membunuh kehidupan bawah laut karena menyebabkan berkurangnya kadar oksiden dalam air.

Pelabuhan Whitby
Dahulu: Whitby, yang berlokasi di utara Inggris, dulunya adalah kota nelayan yang dipenuhi dengan kapal, pedagang ikan dan wisatawan.
Sekarang: Pelabuhan ini sekarang sepi, dipenuhi onggokan tong dan jaring kosong serta perahu nelayan usang. Pemanasan global membuat ikan-ikan dari wilayah ini hijrah ke utara. Hanya sekitar 200 nelayan tersisa di Whitby sekarang.

Tingkat Konsentrasi Karbon Dioksida

Data pemanasan global. (NASA)
Tahun 2003: Citra inframerah dari bulan Juli tahun 2003 menunjukkan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer bumi. Warna merah pada foto menunjukkan wilayah dengan konsentrasi karbondioksida mencapai paling sedikit 380 ppm (bagian per sejuta).
Tahun 2007: Gambar yang sama namun diambil tiga tahun kemudian menujukkan kalau konsentrasi karbondioksida di atmosfer telah meningkat. Skala pewarnaan yang digunakan pun disesuaikan — sedikit diperbesar dari foto tahun 2003.
Jika tidak, peta konsentrasi karbondioksida di tahun 2007 ini akan dipenuhi oleh warna kemerahan, dan struktur persebaran karbondioksidanya akan tak terlihat jelas.
Jadi, apa alasan kita untuk menunda penyelamatan Bumi?
kumpulan berita unik

Dalam sepekan, Facebook sudah dua kali tak bisa diakses (down). Pertama selama 10 menit pada Jumat dinihari lalu.
Dini hari ini, Selasa, Facebook kembali tak bisa diakses dalam waktu yang lebih lama, yakni selama 40 menit.
“Maaf, ada suatu kesalahan. Kami sedang memperbaikinya dan akan selesai secepat mungkin,” begitu kalimat template yang kembali tertera pada layar laman Facebook.
Dua kali gangguan dalam jangka waktu berdekatan berdampak signifikan pada Facebook. Dilansir KompasTekno dari BBC, nilai saham jejaring sosial tersebut turun empat persen menjadi 89,25 dollar AS (Rp 1,3 juta) per lembar.
Seperti yang dikutip dari kompas.com, Menurut teknisi perusahaan, Facebook mengalami gangguan pada Graph API. Secara sederhana, “Graph” adalah istilah yang digunakan Facebook untuk menggambarkan inti dari sistem Facebook.
Status, foto, dan unggahan lainnya, yang terkoneksi dengan semua orang, grup dan Pages diproses lewat Graph. Terkadang, gangguan Graph Facebook juga bisa berpengaruh pada perusahaan lain yang terhubung dengan data Facebook.
Perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg ini menaungi arus komunikasi hampir 1,5 juta netizen di seluruh dunia. Namun, dengan gangguan bertubi-tubi ini, jumlah pengguna Facebook bisa jadi menurun.
“Twitter siap menampung 30.000 pengungsi Facebook,” kata akun @Aly di Twitter. Kicauan tersebut di-retweet (RT) 533 kali dan dibintangi (favorite) 651 kali.
“Saya prihatin dengan #facebookdown. Seseorang menantang saya untuk berhenti main Facebook dan saya melakukannya,” kata akun @DaveLieber.
Bahkan, kepolisian Kingston di London menuliskan kicauan bernada guyonan untuk menyindir sang raksasa jejaring sosial.
“Ya, kami bisa membenarkan Facebook down. Tolong jangan hubungi kami! Ini kesempatan yang baik untuk menghabiskan waktu bersama keluarga #Facebookdown,” akun @MPSKingston menuliskan.
Masih banyak kicauan-kicauan bernada sarkas yang ditujukan pada Facebook menyusul kali keduanya tak bisa diakses dalam beberapa saat, pada pekan ini. Sebelumnya, pada Jumat  lalu, Facebook juga sempat down beberapa saat.
Namun, gangguan tersebut cepat diperbaiki sehingga netizen tak terlalu merasakan dampak masalah yang dialami sistem Facebook. Jika digabungkan, maka Facebook mencatat sejarah tiga kali down selama sebulan.
Facebook berjanji akan segera memperbaiki secara tuntas masalah pada Graph API. Semoga tak ada lagi gangguan keempat dalam bulan ini.
kumpulan berita unik

NASA telah lama menjadikan keberadaan air sebagai tanda kehidupan ketika mempelajari planet lain. NASA selalu menggunakan motto “ikuti di mana air berada”. Karena itulah, saat NASA mengumumkan bahwa mereka menemukan adanya air di Mars, hal ini sempat membuat masyarakat heboh. Satu pertanyaan yang muncul adalah: apakah di Mars juga ada kehidupan?
Dalam laporan penelitian mengenai penemuan air di Mars, para peneliti berusaha untuk melakukan eksplorasi lebih jauh mengenai daerah gelap di Mars di mana air ditemukan. Dalam sebuah konferensi pers, John Grunsfeld dari Science Mission Directorate, NASA, berkata bahwa dia berharap bahwa suatu hari nanti, NASA akan dapat mengirimkan astrobiologist ke daerah-daerah tersebut untuk melihat apakah memang ada kehidupan di sana.
Seperti dilansir Popular Science, Lee Billings dari Scientific American menyebutkan, mencari apakah memang ada kehidupan di Mars bukanlah hal yang mudah. Outer Space Treaty melarang “kontaminasi berbahaya” terhadap kehidupan di luar angkasa dengan makhluk hidup bumi.
Sebagai informasi, sebelum diluncurkan, pesawat luar angkasa yang digunakan untuk mencari kehidupan harus melalui proses pembersihan untuk memastikan ia terbebas dari mikroba. Mikroba ini akan dikeringkan, dibersihkan dengan bahan kimia, dikenai radiasi UV dan dibiarkan kelaparan.
Meski telah melakukan proses pembersihan tersebut, tetapi terkadang, masih ada bakteri yang bertahan hidup. Misalnya saja, pada rover Curiosity, ditemukan sebanyak 65 jenis bakteri.
kumpulan berita unik
Karena itulah, seperti yang dikutip dari metrotvnews.com, COSPAR (Committee on Space Research) telah menentukan beberapa daerah di Mars sebagai “Daerah Khusus”. Daerah istimewa tersebut memiliki kemungkinan tinggi ditemukan kehidupan. Pesawat luar angkasa harus menghindari daerah-daerah khusus ini kecuali jika ia telah melalui proses desinfeksi. Hal ini dilakukan agar Mars tidak terkontaminasi dengan mikroba Bumi, yang dapat membingungkan perangkat pencarian kehidupan.
Sayangnya, rover Mars 2020, yang merupakan pesawat luar angkasa yang mungkin akan digunakan untuk mencari bukti kehidupan di Mars, dilarang untuk mendatangi daerah berair di Mars. Daerah berair tersebut dapat menjadi tempat untuk mikroba berkembang biak dan rover tersebut memiliki generator yang memberikan cukup panas yang memungkinkan mikroba hidup.
Pesawat luar angkasa yang akan dibuat ke depannya akan didesain agar dapat terbebas dari kontaminasi mikroba Bumi. Meskipun begitu, untuk membuat pesawat tersebut, akan dibutuhkan jutaan dollar dan beberapa tahun ekstra untuk memastikan pesawat luar angkasa ini cukup bersih untuk memasuki daerah khusus di Mars.
Mengingat NASA sedang mengetatkan pengeluaran mereka, maka darimana mereka akan mendapatkan dana untuk membuat pesawat ini masih dipertanyakan.
berita unik

10 Planet Paling Mengerikan di Alam Semesta - Jagat raya miliki jutaan bintang. Tak bisa dihitung secara pasti sebab langit seakan tak miliki dinding. Namun 10 planet paling mengerikan berikut, jangan berani bermimpi untuk mengunjunginya. Menurut situs Listverse, planet-planet ini tak sekadar tak bisa ditinggali, namun juga mematikan.

10. Planet Karbon

berita unik

Planet ini disebut demikian sebab miliki kadar karbon yang cukup tinggi. Air lautnya berupa minyak mentah dan tar. Permukaan planet menggelembung dengan bau busuk metana.

9. Neptunus



berita unik

Planet ini miliki arus angin yang mengerikan. Disebut Jet-Stream, kecepatannya bisa sampai 1.500 mil per jam dengan membentuk badai seukuran planet Bumi. Jika ada manusia di sana, kemungkinan akan hancur dan hilang terhempas akibat pusaran angin yang kuat.

8. 51 Pegasi b

berita unik

Planet ini berukuran 150 kali lebih besar dari Bumi yang sebagian besar mengandung hidrogen dan helium. Planet 51 Pegasi b miliki suhu yang luar biasa panas. Temperaturnya bisa mencapai 1.000 derajat celcius. Dengan udara panas ini bisa akibatkan angin kencang hingga 1.000 km per jam.

7. COROT exo-3b

berita unik

Dengan massa 20 kali lebih berat dari Jupiter, manusia akan bertambah berat 50 kali lipat di planet. Coba bayangkan jika ada seekor gajah yang menimpa Anda. Itulah rasanya bila hidup di planet COROT exo-3b.

6. Mars

berita unik

Planet Mars dikenal dengan badai debunya. Badai ini bisa bergerak cepat ke seluruh planet dalam beberapa jam saja. Badai debu ini ada karena partikel debu di udara menyerap sinar matahari serta pemanasan atmosfer di sekitarnya.

5. WASP-12b

berita unik

Planet ini adalah planet terpanas yang pernah ditemukan. Suhu di permukaan bisa capai 2.200 derajat celcius. Permukaan planet WASP-12b miliki temperatur setengah dari suhu permukaan matahari. Bayangkan saja bagaimana dahsyatnya.

4. Jupiter

berita unik

Planet ini kerap dilandai badai disertai angin berkecepatan 400 mill per jam. Badai tersebut juga diikuti kilatan petir 100 kali lebih terang daripada bumi.

3. Pluto

berita unik

Pluto secara teknis tidak dikategorikan sebagai planet. Di Pluto sendiri suhu permukaan bisa mencapai minus 238 derajat celsius. Anda bisa membayangkan bagaimana dinginnya suhu di permukaan Pluto.

2. CoRoT-7b

berita unik

Planet ini tak miliki karbon dioksida, air, dan nitrogen. Selain taklaik huni palnet CoRoT-7b miliki bahaya vulkanik yang cukup tinggi. Bahkan lebih berbahaya lagi daripada planet Jupiter yang milki 400 gunung berapi aktif yang bisa meletus setiap saat.

1. Venus

berita unik

Planet ini miliki gas beracun yang sangat berbahaya. Meski miliki gravitas 90% dari Bumi namun planet ini miliki tekanan 100 kali dari Bumi. Jika berjalan di permukaan Venus akan seperti berjalan di kedalaman 3.000 meter dalam air. Ini belum ditambah suhu temperatur yang mencapai 475 derajat celcius.

Kita mengenal Neptunus sebagai planet ke-8 dari Matahari, yang terjauh di Tata Surya — setelah pada 2006 para astronom bersepakat mengelompokkan Pluto sebagai ‘planet kerdil’ atau minor.
Planet berwarna biru tersebut memiliki diameter 49.528, dengan massa 17,1 kali Bumi. Neptunus adalah planet ketiga terberat ketiga, terbesar keempat dan terkeras kelima di Tata Surya.
Neptunus tak bisa dilihat dengan mata telanjang. Sejak awal penemuannya, planet yang diberi nama berdasarkan Dewa Laut Romawi itu sudah jadi objek perselisihan.
Seperti yang dikutip dari liputan6.com, Sejarah mencatat, Neptunus ditemukan oleh Johann Gottfried Galle dari Jerman pada 23 September 1846. Berdasarkan perhitungan matematika yang dilakukan ilmuwan Prancis, Urbain le Verrier.
Sementara, pada 1843, John Couch Adams dari Inggris juga memprediksi keberadaan sebuah planet baru tersebut.
Kala itu, Prancis dan Britania Raya bersaing mendapatkan predikat sebagai penemu Neptunus.

Planet Neptunus dalam Tata Surya (NASA)
Di sisi lain, sejumlah ilmuwan yakin, Neptunus ditemukan 234 tahun lebih dulu dari yang dicatat dalam sejarah. Adalah astronom Italia pada era Renaissance, Galileo Galilei yang diduga kuat lebih dulu menyadari keberadaannya.
Seperti dikutip dari situs The Register, Profesor David Jamieson dari Melbourne University mengatakan, bukti dari teori tersebut mungkin ada pada kode tersembunyi yang belum ditemukan dalam buku catatan sang astronom legendaris.
Jamieson mengatakan, buku catatan pengamatan bintang Galileo yang berusia lebih dari 400 tahun mengungkap bahwa sang astronom telah mencatat keberadaan Neptunus pada 1613, saat mengamati bulan-bulan Planet Yupiter (Jovian moons).
Buku catatan itu menunjuk sebuah ‘bintang’ di posisi di mana tak ada bintang yang ditemukan.
“Bintang tak diketahui itu sejatinya adalah Neptunus. Simulasi komputer menunjukkan ketepatan observasinya yang mengungkapkan bahwa Neptunus akan tampak seperti bintang redup, di tempat hampir persis di mana Galileo mengamatinya,” tambah dia seperti dikutip dari situs sains Space.com.
Menurut Jamieson, fakta bahwa Galileo menyadari bintang itu bergerak berarti bahwa ia menyadari telah menemukan sebuah planet baru.
Jamieson juga yakin — seperti kebiasaan Galileo — bahwa ia menyelipkan kode misterius terkait penemuannya itu dalam buku catatannya. Yang belum ditemukan.

Misteri Planet X
Setelah Neptunus ditemukan pada 1846, muncul spekulasi yang menyatakan bahwa ada planet lain yang berada di luar orbitnya. Fisikawan Jacques Babinet mengajukan teori tentang planet lain yang lebih jauh lagi, yang ia beri nama Hyperion.
Meski kurang bukti, sejumlah pengamat langit juga memprediksi eksistensi planet ke-9 di Tata Surya. Pada tahun 1892-1901, Gabriel Dallet asal Prancis menyebutnya sebagai ‘Planet X’. Pun dengan Percival Lowell — seorang warga Boston yang mendirikan Observatorium Lowell di Flagstaff, Arizona untuk memburu keberadaannya. Ia bahkan membuat sebuah definisi.
Dan pada 1908, astronom terkenal Amerika Serikat, William Pickering mengajukan nama ‘Planet O’. Akhirnya, pada 18 Februari 1930, Clyde Tombaugh menemukan planet misterius itu yang kemudian diberi nama Pluto.
Setelah ditemukan, redupnya Pluto dan tidak adanya piringan membuat gagasan Planet X mengabur. Apalagi perkiraan massa Pluto terus diperkecil sepanjang Abad ke-20. Awalnya, Pluto diperkirakan memiliki massa yang kurang lebih sama dengan Bumi, lalu Mars, kemudian lebih kecil lagi dan lagi.
Kini, hampir semua ilmuwan sepakat bahwa Planet X sesuai definisi Lowell tidak pernah ada.

Teka-teki Planet X
Belakangan, nama ‘Planet X’ dikait-kaitkan dengan penyebab kiamat bagi Bumi. Bikin heboh dan panik karena dikait-kaitkan dengan ‘ramalan’ Suku Maya soal akhir dunia pada 2012.
Konon, planet tersebut berukuran besar dan punya jalur orbital yang membawanya mendekat ke Bumi. Memicu kiamat. Katanya pula, pemerintah — terutama Amerika Serikat — memaksa observatorium di Bumi untuk merahasiakannya agar tak memicu panik. Ada yang menyebutnya dengan nama lain: Nibiru atau Eris.
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) langsung membantah kabar bohong itu. “Jika Nibiru atau Planet X nyata dan mendekat ke Bumi pada 2012, astronom bisa melacak keberadaannya setidaknya 1 dekade sebelumnya. Dan ia pastilah terlihat dengan mata telanjang,” demikian diungkap NASA.
“Nibiru jelas tak ada. Eris, meski nyatanya ada, itu hanyalah planet kerdil serupa Pluto yang tetap berada di luar Tata Surya. Jarak terdekatnya dengan Bumi adalah 4 miliar mil,” kata NASA.
Situs sains Discovery News, menyebut ramalan kiamat yang tak masuk akal memang didasarkan pada fakta perburuan planet X pada pertengahan hingga akhir Abad ke-19.
“Perburuan menarik tersebut berhenti pada penemuan Pluto pada 1930,” demikian diungkap Discovery. Karena belakangan Pluto tak terbukti sebagai planet yang dicari para ilmuwan, “Planet X berubah menjadi semacam legenda.”
Teleskop Wide-Field Infrared Survey Explorer (WISE) milik NASA memindai langit pada tahun 2010 hingga 2011. Namun, tak ada planet tersembunyi yang ditemukan. Tak ada Planet X.
Mengapa temuan planet Neptunus dikaitkan dengan Planet X dan teori konspirasi penyebab kiamat di Bumi?
Sebab, 23 September 2015 lagi-lagi ‘diramalkan’ bakal terjadi peristiwa dahsyat. Lagi-lagi benda langit dituding jadi penyebabnya. Salah satunya, konon, asteroid selebar 2,5 mil akan menghantam Puerto Rico.
Itu juga dikaitkan dengan ramalan gerhana bulan merah darah (blood moon) pada 28 September 2015 — yang sebagian orang menganggap sebagai akhir dunia.
Namun, isu tersebut dibantah mentah-mentah oleh NASA. “Tak ada bukti sahih bahwa asteroid atau benda langit lain akan menghantam Bumi,” kata “Paul Chodas, dari laboratorium NASA Jet Propulsion Laboratory, Pasadena, California seperti dikutip dari Express.

Pernah terpikir bagaimana nasib pembuangan tubuh manusia selama berada jauh dari planet Bumi? Apa yang terjadi dengan BAB manusia? Bagaimana dengan urine mereka?
Laporan infografis oleh Washington Post memberikan gambaran singkat tentang apa yang terjadi dengan hasil pencernaan tubuh manusia selama berada di ruang angkasa. Laporan tersebut akan menggunakan antariksawan Scott Kelly sebagai subyek pembahasan, ia sudah tinggal di International Space Station (ISS) selama 12 bulan.
Seperti ini penjelasannya. Selama 12 bulan di luar angkasa, Scott Kelly telah mengonsumsi 730 liter urine dan keringat yang telah di daur ulang. Cairan itu berasal dari kosmonot Rusia yang menolak untuk minum cairan yang telah diperbaharui dari dirinya sendiri.
Seperti yang dikutip dari liputan6.com, Antariksawan itu juga dilaporkan telah berlari sejauh 1042 kilometer di atas treadmill dan berlatih selama 700 jam. Selama 12 bulan itu, pertukaran cairan dari kepala ke kaki-kakinya cukup banyak hingga mengisi botol soda besar. Pergerakan cairan dalam tubuh ini disebabkan oleh minimnya gravitasi pada tubuh selama berada di ISS.
Radiasi angkasa yang terpapar kepada antariksawan itu juga dalam jumlah yang luar biasa. Untuk menyamainya, seseorang harus melakukan 5.250 kali penerbangan antara New York – Los Angeles!
Namun hal yang lebih mengejutkan adalah berita mengenai BAB sang astronot. Menurut infografis itu, BAB akan dilepaskan begitu saja ke luar angkasa dan terbakar ketika memasuki atmosfer bumi selayaknya sebuah “bintang jatuh”.
Walaupun tampak mengada-ada, hal ini benar adanya. Pada tahun 2009, sejumlah orang melaporkan adanya lintasan benda berpendar di angkasa ketika buangan jumlah besar dihempaskan dari ISS.